17 Jul 2015

Sillahturahmi menuju kemenangan bersama tetangga

Lebaran Idul Fitri, ini adalah momen yang sering kita tunggu tunggu. Mulai dari orang yang berpuasa penuh dan yang nggak penuh karna berbagai halangan. Perhalus dikit lah bahasanya buat kawan-kawan dirumah :D. Seperti pada umumnya ketika lebaran, setelah sholat ied kami para tetangga melakukan sillahturahmi. tetapi sillahturahmi kami disini, selain mengunjungi setiap rumah tetangga, kami berkumpul di lapangan untuk bermaaf-maafan.

Alhamdulillah lebaran kemarin hanya sedikit warga yang pulang ke kampung halamannya. Malah teman – teman yang sudah menikah atau yang bekerja di luar kota seperti saya, mereka kembali kesini untuk bertemu Kedua orang tua dan keluarga. Mungkin bisa jadi karna generasi mulai berubah, rumah kedua orang tua kami saat ini menjadi yang namanya kampung halaman.

Dengan rasa suka cita kami semua berkumpul di lapangan dan mulai bermaaf-maafan. Kami berfoto ria, bercanda dan berbagi cerita. Sedikit terekam kecerian kami dalam seberkas foto yang tersimpan :

DSC_1552
DSC_1570

Sungguh kecerian ini sangat berkesan bagi saya. Semoga ini mengikuti apa yang telah di nasihati Rasulullah :

Imam Bukhari meriwayatkan juga hadits ini dari Jabir r.a., dari Rasulullah saw. dengan kalimat: “ما زال جبريل يوصيني بالجار حتى ظننت أنه يجعل له ميراثاً” Tidak henti-hentinya Jibril memberikan wasiat kepadaku tentang tetangga sehingga aku menyangka ia menjadikan warisan harta tertentu baginya.

Dari Aisyah r.a., dari Nabi Muhammad saw. bersada, “Tidak henti-hentinya Jibril memberikan wasiat kepadaku tentang tetangga sehingga aku menduga bahwa ia akan memberikan warisan kepadanya.” (Bukhari, Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)

Diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ

Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya” (Muttafaq ‘alaih).

Dari Abu Hurairah r.a. pula bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah menyakiti tetangganya – baik dengan kata-kata atau perbuatan. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah memuliakan tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah berkata yang baik atau – kalau tidak dapat berkata baik – maka hendaklah berdiam saja – yakni jangan malahan berkata yang tidak baik.” (Muttafaq ‘alaih)

Semoga kebaikan yang kita lakukan sudah sesuai dengan yang di ajarkan Rasulullah dan di lakukan secara istiqomah :).

Leave a Reply