21 Aug 2015

Semoga tetap istiqomah tanpa isbal

Saya adalah orang yang sangat senang menggunakan celana panjang. Kebiasaan saya dulu adalah jika celana panjang saya mengatung, maka saya biarkan mengatung, dan jika celana itu ternyata sangat panjang, saya pun membiarkan celana panjang saya terurai kebawa walapun pada dasarnya itu kepanjangan. Sampai sewaktu ketika saya melihat sekelompok orang berpakaian gamis, dengan celana mengatung. Saya pun tidak berfikir ini itu tentang mereka, kenapa celana mereka mengatung semua. Saya tidak mempermasalahkan itu, karna menurut saya setiap orang bebas menggunakan pakaiannya. Sampai ketika saya bertemu dengan teman kerja saya yang lebih tua, beliau menggunakan celana mengatung. Saya sering berkumpul dengan beliau, karna beliau memang berada di sebelah meja saya. Saya mulai penasaran kenapa beliau selalu memakai celana mengatung, tapi saya tidak berani bertanya kepada beliau, saya bertanya kepada teman-teman saya. Secara garis besar jawabannya adalah ada sebagian golongan dari islam yang mengharamkan celana/pakaian melebihi mata kaki.

Awalnya ini hanya menjadi sekedar informasi saja buat saya. Tetapi lambat laun saya menjadi penasaran, apa yang membuat itu di haramkan. saya cari – cari di google akhirnya saya mendapat hadist ini :

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu’anhuma, ia berkata: “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Barangsiapa menjulurkan pakaiannya karena sombong maka Allah tidak akan melihatnya di hari Kiamat kelak.’ Abu Bakar radhiallahu’anhu berkata: “Sungguh salah satu sisi pakaianku selalu turun kecuali jika aku terus menjaganya.” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Kamu tidak melakukan itu karena sombong.”HR. Al-Bukhari (3665) dan Muslim (2085).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah tidak akan melihat kepada orang yang menjulurkan kain sarungnya karena kesombongan.”HR. Al-Bukhari (5788) dan Muslim (2087).

Kain yang panjangnya di bawah mata kaki tempatnya adalah neraka” (HR. Bukhari 5787).

“Siapa yang shalat dalam keadaan isbal disertai kesombongan, maka Allah tidak memberikan jaminan halal dan haram untuknya.” (HR. Abu Daud no. 637, shahih kata Syaikh Salim)

Aku melihat Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mendatangu kamar Sufyan bin Abi Sahl, lalu beliau berkata: ‘Wahai Sufyan, janganlah engkau isbal. Karena Allah tidak mencintai orang-orang yang musbil’” (HR. Ibnu Maajah no.2892, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Maajah)

Isbal sendiri adalah menjulurkan celana/pakaian melebihi mata kaki. Saat saya mengetahui ini, saya menafikkan bahwa saya menjulurkan celana panjang sampai mata kaki karna kesombongan. Saya menggunakan celana panjang bukan untuk bergaya, saya menggunakan itu, karna saya berbadan kurus dan memiliki betis yang cukup kecil. Saya pun cukup lama menahan diri saya untuk tidak melakukan isbal. Sampai pada suatu hari saya sedang merenung, dan ketika itu saya sangat takut sekali jika saya meninggal saya akan di terjunkan neraka, dan terbesit di fikiran, “apakah saya akan diterjunkan keneraka karna isbal?”. Saat itu saya masih tetap berpendapat bahwa saya menjulurkan pakaian bukan karna kesombongan. Tapi sekali – sekali saat saya mulai masuk kerja di tempat kerja saya yang baru, saya melipat bagian bawah sampai di atas mata kaki. kemudian beberapa malam kemudian saya masih merenungkan perkara ini. Sampai akhirnya saya berkata di dalam hati saya : “Bukankah saya menjadi seorang yang sombong dan tak mau diatur, ketika ada aturan tapi saya tetap acuh dan tetap tidak mau melakukan hal yang sudah diatur”. Dan mulai dari saat itu saya hati saya menjadi mantap dan memotong celana bahan saya sampai di atas mata kaki.

Mungkin itu menjadikan saya seperti terlihat aneh, tapi saya tidak memperdulikan akan hal itu. Sampai pada waktu saya pulang kerumah, saya diminta orang tua untuk membeli celana lagi, karna celana yang saya pakai mengatung. Alhamdulillah dengan santai saya hanya menjawab, ini salah satu syarat biar masuk surga. Kemudian saya dan orang tua tidak melanjutkan permasalahan ini. Semoga saya tetap istiqomah dan selalu memperbaiki diri dalam mendekat kepada Allah SWT.

Ada sebuah video, yang di berikan oleh teman saya yang saya jelaskan diatas tentang isbal. Video ini yang menginspirasi saya menulis tentang artikel ini.

Ya Allah jadikanlah saya seorang yang mempunyai hati kuat untuk memperbaiki diri dalam beriman kepadamu, dan jadikanlah saya termasuk kedalam golongan orang-orang soleh. Amin.

Leave a Reply