28 Apr 2017

Ranca Upas – 7 April 2017

Akhirnya gue bisa kesana juga.Ke Ranca Upas, yang letaknya di selatan Bandung ini. Udah lama emang pengen kesini, karna pengen nyoba untuk belajar foto – foto landscape. 7 april 2017 tepatnya, gue dan teman teman kantor merencanakan untuk jalan jalan ke Ranca Upas. Nggak seperti perjalanan hiking sebelumnya, kali ini ada sesuatu yang beda saat kamping di Ranca Upas. Tidak seperti biasanya yang gue kamping bareng teman teman sepantaran, kali ini Bapak Direktur yang ada di kantor gue pun ikut dalam kemping ini. Bahkan beliau lah yang merencanakan awal untuk pergi kamping bareng di sekitaran Bandung. Berbagai persiapan pun di lakukan dari iuran cuma Rp. 50.000,- , sewa tenda, slepping bag. dan sebagainya.

Jumat siang gue, Pak Bani (Direktur Gue), Tuntun dan Kang Ano berangkat menggunakan motor. Abid, Mas tunk, Mas Feddy, Tami dan Nita berangkat menggunakan mobil, karna perlengkapan semua ditaruh disana. Dan yang lainnya: Cumano, Ryan, Mas Sakti, Peppy, Villy dan Indri berangkat jam 5 sore karna ada beberapa pekerjaan yang mereka belom selesaikan. Start jalan dari Telkom University siang hari, gue kira jalan bakalan lancar sentosa. Tapi tidak untuk daerah banjaran, kita sudah mulai terkena macet yang lumayan. Dan perjalanan memakan waktu sekitar 2,5 jam. Padahal sebenernya kalo nggak macet paling cuma kena 1.5 jam.

Sebelum berangkat, tim motor sama tim mobil udah janjian ketemu di Alfamart terakhir sebelum Ranca Upas. Ini menurut gue sebuah ide yang gelo, ternyata nggak ada satu pun yang tau Alfamart terakhir arah ranca upas itu dimana. Setiap jalan udah sampe pasir jambu, kita ngitungin Alfamart yang kita anggap terakhir. Udalah, kita berenti di salah satu Alfamart dan kita anggap itu Alfamart terakhir. Nunggu sejenak sambil istirahat dari panasnya pantat duduk di motor 1.5 jam lebih, akhirnya para pengguna mobil datang, dan kita melanjutkan perjalanan yang sekitar 20 menit sampai.

Sesampainya di Ranca Upas, kami beli tiket di pintu gerbang  Ranca Upas dengan harga Rp. 20.000,- karena menginap dan parkir motor 2 ribu. Bergegas untuk mencari lapak yang kosong untuk mendirikan tenda, karena hari itu awan sudah mulai menunjukan tanda tanda mau hujan. Predicted, baru aja ngeluarin tenda hujan mulai turun. Ada 6 tenda, dan setiap tenda didirikan oleh 2 orang. Hasemmnyaa, gue ngedapetin tenda yang error. Jumlah frame-nya kurang, udah gitu frame-nya nggak ada talinya, trus Flysheet-nya ketuker. Ahhh cobaan apa ini. Dan akhirnya gue jadi bulan bulanan, karena awal ngebongkar tenda, dan terakhir tendanya selesai. Ahhh, itu dapet cobaan yang ahh. haha, mana hujan lagi. Ahh pokoknya.

Selesai tenda didirikan gue, Mas Tunk dan Tuntun kang Abid, tetap diluar karna baju yang udah telanjur basah. Pak Bani, Tami, Nita, Mas Feddy dan Ano berada di tenda mereka masing masing menunggu hujan reda. Hari pun mulai memasuki waktu malam, dan Alhamdulillah ujan mulai mereda. Tuntun mulai membeli kayu bakar yang ada di warung sekitaran Ranca Upas dengan harga Rp. 15.000,- seiketnya. Dan mulai lah acara utama malam itu, Bakar ayam. Entah apa jadinya ayam itu kalo malam hari masih hujan.

Sambil menyiapkan bara untuk bakar ayam, datanglah gerombolan kloter kedua. Si cumano sang dokumentator perjalanan ini mulai mengeluarkan alat alat perangnya yang berupa Kamera dan action cam. Beberapa kegiatan kami, di simpan dalam ringkasan video di bawah ini:

Bercanda, bercengkrama, bernyanyi menjadi sebuah acara pada malam itu. Lagu apapun dinyanyikan dengan lantunan gitar yang di bawakan oleh cumano. Ayam bakar habis di ganti dengan Jagung bakar. Jagung bakar habis, akhirnya kayu bakar di buat api unggun lagi untuk mengahatkan badan kala itu.

Malampun semakin larut, kamipun segerakan untuk tidur. Peppy sang jagoan yang gak mau tidur di dalem tenda, entah apa alasannya, dia tetap pengen tidur diluar. Padahal tenda cukup banget kalo dia masuk. Jam 3 pagi dia mulai grasak grusuk masuk tenda, gue pikir dia udah lemah . Eh tapi ternyata di luar hujan, makanya dia masuk tenda. Itu juga dia nggak tidur di dalem tapi teras tenda. Tidur aja dia di teras sampe subuh.

Subuh pun menjelang, Kita semua bangun dan ke Mushola yang berada di Ranca Upas. Selesai sholat kita mulai mengeluarkan semua perlengkapan perdapuran untuk bersiap menghabisakan seluruh logistik yang kita bawa. Sambil menunggu matahari terbit, para wanita menyipkan kopi teh dan sebagainya untuk menghangatkan badan. Hujan tipis selalu menemani kami, sampai matahari pun tak kunjung terlihat. Hanya bias – biasan cahanya yang terlihat karena berhasil melewati kabut lebut yang cukup lebat.

Pagi menyingsing kita tinggalkan sejenak segala tentang perdapuran dan mulai melakukan sesi perfotoan di padang rumput yang ada disana. Sebenernya bisa di bilang rawa sih, karna tanah yang ber-air. kabut yang tebal disana membuat banyak foto yang kami ambil terlihat buram. Karena baru aja lensanya di lap, dentik airnya udah ada lagi di lensanya. Beberapa foto kita ambil disana berada di bawah ini:

   

Selesai foto – foto kita lanjukan lagi sesi perdapuran. Targetnya adalah semua makanan habis. Karena dengan banyaknya pakaian dan tenda yang basah, beban setiap carier pasti malah bertambah. Makan – makan selesai, kita lanjut packing semua barang untuk bersiap pulang. Sebelum turun ke rumah masing masing, kita naik sejenak kearah situ patenggang untuk menikmati kebun teh yang ada di sisi kanan dan kiri jalan.

Setelah puas di kebun teh, kita pun lanjut untuk pulang ke rumah masing masing. Beberapa ada yang langsung pulang, dan beberapa ada yang kekantor dulu untuk bersih bersih makan siang dan istirahat sejenak. Setelah sampai kantor, kita bersih bersih, makan dan tidur sebentar. Karena lapak tidur sudah ada yang nempatin semua, gue tidurlah dengan agak ngumpet di ruangan lain. Bangun – bangun gue hampir sendirian. Panik dong gue, kalo pintu gedung di kunci, gue bakalan di kantor sampe hari senin. dan gue saat itu berada di hari sabtu. Ya kali gue nggak makan hari minggu full. Untungnya pas gue cek setiap ruangan masih ada mas hanif di ruangannya. Pikir gue amanlah, pasti gedung belum di kunci.Yaudah, Segera gue pamit ke mas hanif untuk pulang duluan dan melanjutkan tidur di kosan.

Leave a Reply